Menjangkau Iman Kaum Muda di Pedalaman: Jeka Saputra Kaji Peran Bina Iman Katolik

Iman kaum muda tidak cukup dipelihara lewat kegiatan seremonial, melainkan perlu dibina agar tumbuh menjadi nilai moral dan spiritualitas yang nyata dalam hidup sehari-hari. Semangat itulah yang diangkat Jeka Saputra dalam ujian karya tulis ilmiahnya pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 12.00 – 13.15 WIB. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum ini mempertahankan skripsi berjudul “Bina Iman Katolik sebagai Sarana Penguatan Nilai Moral dan Spiritualitas pada Kaum Muda di Paroki Santa Teresia Rungan Manuhing Kabupaten Gunung Mas”.Karya tulis Jeka Saputra berangkat dari sebuah keprihatinan tentang rendahnya partisipasi Orang Muda Katolik (OMK) dalam program Bina Iman. Dari Read More …

Merajut Sinergi Guru dan Orang Tua: Yehezkiel Teliti Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik di Pedalaman Kalimantan Tengah

Karakter religius anak tidak dapat dibentuk oleh sekolah semata, melainkan lahir dari kerja sama yang erat antara guru dan orang tua di rumah. Semangat itulah yang diangkat Yehezkiel dalam ujian karya tulis ilmiahnya pada Kamis, 24 Juli 2026. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum ini mempertahankan skripsi berjudul “Kerja Sama Orang Tua dan Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Meningkatkan Karakter Religius Peserta Didik di SDN Dirung Bakung 1”.Karya tulis Yehezkiel berangkat dari sebuah keprihatinan tentang komunikasi antara guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) dan orang tua dalam mendampingi iman anak. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif melalui Read More …

Memaknai Sakramen Tobat sebagai Pembaruan Hidup: Lusia Maya Pertahankan Skripsi Transformasi Spiritualitas Umat

Rasa tobat yang sejati tidak berhenti pada ritus, melainkan mengubah cara hidup seseorang. Semangat itulah yang diangkat Lusia Maya dalam ujian karya tulis ilmiahnya pada Kamis, 24 Juli 2026. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum ini mempertahankan skripsi berjudul “Transformasi Spiritualitas Umat Paroki Mater Dei Melata melalui Sakramen Tobat”.Karya tulis Lusia Maya berangkat dari sebuah keprihatinan tentang kedalaman hidup iman umat. Di Paroki Mater Dei Melata, Sakramen Tobat kerap dipahami sekadar sebagai kewajiban religius yang harus dijalankan, bukan sebagai pengalaman rohani yang memulihkan relasi dengan Allah dan sesama. Kondisi ini menuntut perhatian pastoral agar umat mampu Read More …

Merawat Bumi Lewat Pendidikan: Bella Rizky Fransiska Kaji Model PjBL Bertema Laudato Si

Bumi sebagai rumah bersama yang harus dirawat menjadi semangat yang diusung Bella Rizky Fransiska dalam ujian karya tulis ilmiahnya. Pada Selasa, 28 Juli 2026, mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum ini mempertahankan skripsinya yang berjudul “Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Bertema Laudato Si’ dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa SMP Santa Maria Palangkaraya”Karya tulis Bella Rizky Fransiska berangkat dari sebuah keprihatinan tentang krisis ekologis dan lemahnya kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik. Tingginya persoalan lingkungan seperti sampah, pemborosan air dan listrik, serta penggunaan plastik sekali pakai sering kali belum diimbangi dengan sikap dan perilaku Read More …

Membentuk Human Dignity Siswa melalui Kasih Kristiani: Brigita Natalia Pertahankan Karya Ilmiah di STIPAS Tahasak Danum Pambelum

Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum menyelenggarakan ujian karya tulis ilmiah pada Rabu, 29 Juli 2026 pada pukul 10.30 – 12.00 WIB. Pada kesempatan ini, mahasiswa bernama Brigita Natalia mempertahankan karya ilmiahnya yang berjudul “Peran Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Pendampingan Literasi Media Digital Berbasis Kasih Kristiani di SMAN 4 Palangka Raya”.Karya tulis Brigita Natalia berangkat dari sebuah keprihatinan tentang martabat manusia (human dignity) di era digital. Tingginya intensitas penggunaan media digital di kalangan peserta didik sering kali tidak diimbangi dengan kematangan literasi media, sehingga siswa menjadi rentan terhadap hoaks, perundungan siber, dan degradasi moral. Situasi ini Read More …

Dari Ruang Kelas ke Ruang Publik:Ery Yurenti bahas Semangat Diakonia

Dari Ruang Kelas ke Ruang Publik:Ery Yurenti bahas Semangat Diakonia Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum menyelenggarakan ujian karya tulis ilmiah pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 09.00–10.15 WIB. Pada sesi pertama, mahasiswa bernama Ery Yurenti mempertanggungjawabkan karya ilmiahnya yang berjudul “Peran Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Mengembangkan Semangat Diakonia Jenjang SD–SMP di Yayasan Siswarta Perwakilan Palangka Raya”.Ujian ini dipimpin oleh Dr. Fransiskus Janu Hamu, SS., M.Sc.Ed. selaku penguji utama, Edy Jumrio, S.Pd., M.Pd. selaku penguji sekaligus pembimbing II, dan Dr. Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum, S.Pd., M.Pd. selaku pembimbing I.Dalam karya tulisnya, Ery Yurenti mengkaji peran guru Read More …

Temu OMK Se-Dekenat Buntok Resmi Dibuka, Orang Muda Katolik Diajak Menjadi Sahabat Perjalanan dalam Iman dan Budaya

BUNTOK – Semangat persaudaraan dan sukacita mewarnai pembukaan Temu Orang Muda Katolik (OMK) Se-Dekenat Buntok yang berlangsung di Paroki Santo Paulus Buntok, Keuskupan Palangka Raya. Kegiatan yang diselenggarakan pada 2–5 Juli 2026 ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan serta membangun semangat pelayanan di kalangan Orang Muda Katolik dari seluruh wilayah Dekenat Buntok. Pembukaan resmi diawali dengan Perayaan Ekaristi pada Rabu, 2 Juli 2026, pukul 17.00 WIB, di Gereja Paroki Santo Paulus Buntok. Perayaan dipimpin oleh RD. Fransiscus Arisetyo selaku Deken Dekenat Buntok dan didampingi lima imam konselebran, di antaranya RD. Andreas Jimmy, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Palangka Raya. Temu Read More …

Refleksi Jangka Panjang AYD-PYD 2017: Strategi Perjumpaan Inklusif dalam Menghadapi Tantangan Eksklusivisme Beragama Kontemporer

Refleksi Jangka Panjang AYD-PYD 2017: Strategi Perjumpaan Inklusif dalam Menghadapi Tantangan Eksklusivisme Beragama Kontemporer Oleh: Emilianus Sember Sawo Pada tanggal 30 Juli sampai 9 Agustus yang lalu Indonesia menjadi tuan rumah dalam ajang pertemuan orang muda Katolik se-Asia atau yang dikenal dengan sebutan Asian Youth Day (AYD). Pertemuan tersebut merupakan sebuah perayaan besar bagi keberagaman yang ada di Indonesia. Keberagaman itu bukan hanya tampak dari banyak budaya, tetapi juga dalam keberagaman agama atau keyakinan. Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut, yaitu “Joyfull Asian Youth! Living the Gospel in Multicultural Asia”. Tema tersebut hendak mengangkat tema keberagaman yang ada di Asia Read More …

Moderasi Beragama dalam Semangat Belom Bahadat

Moderasi Beragama dalam Semangat Belom Bahadat Oleh: Andreas Jimmy, S.Fil; M.Fil Setiap kali saya menumpang perahu kecil menyusuri Sungai Kahayan pada pagi hari, ada satu pemandangan yang selalu menarik perhatian: sebuah masjid dan sebuah gereja yang berdiri tak jauh dari satu sama lain, dengan rumah-rumah penduduk yang berhimpitan di antaranya. Anak-anak dari rumah berbeda keyakinan bermain di tepi sungai yang sama, ibu-ibu bertukar ikan dan sayur tanpa bertanya lebih dulu siapa menyembah siapa. Pemandangan semacam ini begitu biasa sehingga nyaris luput dari perhatian. Padahal di dalamnya tersimpan sesuatu yang tidak sederhana. Hidup berdampingan dalam perbedaan, sebagaimana yang tampak di tepi Read More …