Lebih Dekat, Lebih Hangat: Misi Perjumpaan Bersama OMK Stasi St. Yohanes Penginjil, Kalahien

“Pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan yang kamu jumpai dan undanglah setiap orang yang kamu temui ke perjamuan kawin itu.” (Matius 22:9) Pada Hari Minggu Biasa XXVIII, usai merayakan Ekaristi bersama umat di Pusat Paroki Santo Paulus, Buntok, saya bersama dengan beberapa OMK dari Stasi Santo Yohanes Penginjil, Kalahien pergi merayakan Ekaristi bersama umat di Stasi Bunda Maria, Pararapak. Keikutsertaan OMK Stasi Santo Yohanes Penginjil, Kalahien ini dapat dimaknai sebagai wujud inkarnatif dan contoh konkret dari apa yang disebut sebagai “Misi Perjumpaan.” Dalam konteks reksa pastoral paroki dengan wilayah yang luas, “persimpangan jalan” kehidupan tidak selalu berarti hiruk pikuk jalan raya perkotaan Read More …

KETIKA IJAZAH MENJADI POLEMIK NASIONAL, SEMENTARA LANGIT TERUS DIPENUHI ASAP

Beberapa hari terakhir, ruang publik kita kembali disibukkan oleh perdebatan seputar ijazah: asli atau palsu, punya atau tidak punya. Isu ini menyita perhatian, memenuhi pemberitaan, memancing perdebatan, bahkan menjadi bahan olok-olok di berbagai platform digital. Tentu, keaslian dokumen akademik bukan perkara sepele. Jika terdapat dugaan pelanggaran, persoalan itu patut diperiksa secara objektif, melalui mekanisme hukum yang sah, berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Tidak seorang pun boleh kebal terhadap hukum. Namun, ada pertanyaan mendasar yang layak kita ajukan: apakah besarnya perhatian publik terhadap suatu perkara selalu sebanding dengan urgensi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat? Jika semangat yang mendasari polemik ijazah adalah Read More …

Belajar di Tengah Kabut Asap: Catatan Seorang Pendidik

Pagi ini saya kembali melihat ke luar jendela. Genap sudah satu bulan lebih berlalu bahwa langit tampak berbeda. Tidak benar-benar gelap, tetapi juga tidak terang. Pandangan ke kejauhan menjadi samar. Udara terasa berat. Kabut asap perlahan menyelimuti lingkungan dan membuat pagi yang biasanya terasa segar menjadi sesuatu yang harus dilewati dengan hati-hati. Saya menarik napas panjang. Ada perasaan yang sulit dijelaskan ketika melihat kondisi seperti ini. Di satu sisi, kehidupan harus tetap berjalan. Pekerjaan harus dilakukan, perkuliahan harus dilaksanakan, mahasiswa harus belajar, dan dosen harus tetap mengajar. Namun di sisi lain, alam seperti sedang memberikan sebuah peringatan bahwa ada sesuatu Read More …

RAPAT KERJA KEUSKUPAN PALANGKA RAYA 2026: MENENGOK PERJALANAN, MENEGUHKAN SPIRITUALITAS, MENATA LANGKAH PELAYANAN

Palangka Raya, 5 Oktober 2026 — Keuskupan Palangka Raya kembali menggelar Rapat Kerja Keuskupan (Raker) tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 ini mempertemukan para imam se-Keuskupan Palangka Raya, utusan biarawan dan biarawati, Dewan Pastoral Harian (DPH) dari seluruh paroki, serta perwakilan berbagai kelompok kategorial. Raker Keuskupan menjadi ruang bersama untuk melihat kembali perjalanan pelayanan selama satu tahun terakhir, mengevaluasi pelaksanaan program, sekaligus membicarakan arah karya pastoral ke depan. Berbagai perkembangan yang terjadi di tingkat keuskupan, dekenat, paroki, lembaga pendidikan, kesehatan, hingga bidang-bidang pelayanan lainnya menjadi bagian dari pembahasan selama pertemuan berlangsung. Rangkaian kegiatan Raker dibuka secara resmi Read More …

Menjangkau Iman Kaum Muda di Pedalaman: Jeka Saputra Kaji Peran Bina Iman Katolik

Iman kaum muda tidak cukup dipelihara lewat kegiatan seremonial, melainkan perlu dibina agar tumbuh menjadi nilai moral dan spiritualitas yang nyata dalam hidup sehari-hari. Semangat itulah yang diangkat Jeka Saputra dalam ujian karya tulis ilmiahnya pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 12.00 – 13.15 WIB. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum ini mempertahankan skripsi berjudul “Bina Iman Katolik sebagai Sarana Penguatan Nilai Moral dan Spiritualitas pada Kaum Muda di Paroki Santa Teresia Rungan Manuhing Kabupaten Gunung Mas”.Karya tulis Jeka Saputra berangkat dari sebuah keprihatinan tentang rendahnya partisipasi Orang Muda Katolik (OMK) dalam program Bina Iman. Dari Read More …

Merajut Sinergi Guru dan Orang Tua: Yehezkiel Teliti Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik di Pedalaman Kalimantan Tengah

Karakter religius anak tidak dapat dibentuk oleh sekolah semata, melainkan lahir dari kerja sama yang erat antara guru dan orang tua di rumah. Semangat itulah yang diangkat Yehezkiel dalam ujian karya tulis ilmiahnya pada Kamis, 24 Juli 2026. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum ini mempertahankan skripsi berjudul “Kerja Sama Orang Tua dan Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Meningkatkan Karakter Religius Peserta Didik di SDN Dirung Bakung 1”.Karya tulis Yehezkiel berangkat dari sebuah keprihatinan tentang komunikasi antara guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) dan orang tua dalam mendampingi iman anak. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif melalui Read More …

Memaknai Sakramen Tobat sebagai Pembaruan Hidup: Lusia Maya Pertahankan Skripsi Transformasi Spiritualitas Umat

Rasa tobat yang sejati tidak berhenti pada ritus, melainkan mengubah cara hidup seseorang. Semangat itulah yang diangkat Lusia Maya dalam ujian karya tulis ilmiahnya pada Kamis, 24 Juli 2026. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum ini mempertahankan skripsi berjudul “Transformasi Spiritualitas Umat Paroki Mater Dei Melata melalui Sakramen Tobat”.Karya tulis Lusia Maya berangkat dari sebuah keprihatinan tentang kedalaman hidup iman umat. Di Paroki Mater Dei Melata, Sakramen Tobat kerap dipahami sekadar sebagai kewajiban religius yang harus dijalankan, bukan sebagai pengalaman rohani yang memulihkan relasi dengan Allah dan sesama. Kondisi ini menuntut perhatian pastoral agar umat mampu Read More …

Merawat Bumi Lewat Pendidikan: Bella Rizky Fransiska Kaji Model PjBL Bertema Laudato Si

Bumi sebagai rumah bersama yang harus dirawat menjadi semangat yang diusung Bella Rizky Fransiska dalam ujian karya tulis ilmiahnya. Pada Selasa, 28 Juli 2026, mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum ini mempertahankan skripsinya yang berjudul “Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Bertema Laudato Si’ dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa SMP Santa Maria Palangkaraya”Karya tulis Bella Rizky Fransiska berangkat dari sebuah keprihatinan tentang krisis ekologis dan lemahnya kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik. Tingginya persoalan lingkungan seperti sampah, pemborosan air dan listrik, serta penggunaan plastik sekali pakai sering kali belum diimbangi dengan sikap dan perilaku Read More …

Membentuk Human Dignity Siswa melalui Kasih Kristiani: Brigita Natalia Pertahankan Karya Ilmiah di STIPAS Tahasak Danum Pambelum

Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum menyelenggarakan ujian karya tulis ilmiah pada Rabu, 29 Juli 2026 pada pukul 10.30 – 12.00 WIB. Pada kesempatan ini, mahasiswa bernama Brigita Natalia mempertahankan karya ilmiahnya yang berjudul “Peran Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Pendampingan Literasi Media Digital Berbasis Kasih Kristiani di SMAN 4 Palangka Raya”.Karya tulis Brigita Natalia berangkat dari sebuah keprihatinan tentang martabat manusia (human dignity) di era digital. Tingginya intensitas penggunaan media digital di kalangan peserta didik sering kali tidak diimbangi dengan kematangan literasi media, sehingga siswa menjadi rentan terhadap hoaks, perundungan siber, dan degradasi moral. Situasi ini Read More …

Dari Ruang Kelas ke Ruang Publik:Ery Yurenti bahas Semangat Diakonia

Dari Ruang Kelas ke Ruang Publik:Ery Yurenti bahas Semangat Diakonia Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum menyelenggarakan ujian karya tulis ilmiah pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 09.00–10.15 WIB. Pada sesi pertama, mahasiswa bernama Ery Yurenti mempertanggungjawabkan karya ilmiahnya yang berjudul “Peran Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Mengembangkan Semangat Diakonia Jenjang SD–SMP di Yayasan Siswarta Perwakilan Palangka Raya”.Ujian ini dipimpin oleh Dr. Fransiskus Janu Hamu, SS., M.Sc.Ed. selaku penguji utama, Edy Jumrio, S.Pd., M.Pd. selaku penguji sekaligus pembimbing II, dan Dr. Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum, S.Pd., M.Pd. selaku pembimbing I.Dalam karya tulisnya, Ery Yurenti mengkaji peran guru Read More …