Moderasi Beragama dalam Semangat Belom Bahadat

Moderasi Beragama dalam Semangat Belom Bahadat Oleh: Andreas Jimmy, S.Fil; M.Fil Setiap kali saya menumpang perahu kecil menyusuri Sungai Kahayan pada pagi hari, ada satu pemandangan yang selalu menarik perhatian: sebuah masjid dan sebuah gereja yang berdiri tak jauh dari satu sama lain, dengan rumah-rumah penduduk yang berhimpitan di antaranya. Anak-anak dari rumah berbeda keyakinan bermain di tepi sungai yang sama, ibu-ibu bertukar ikan dan sayur tanpa bertanya lebih dulu siapa menyembah siapa. Pemandangan semacam ini begitu biasa sehingga nyaris luput dari perhatian. Padahal di dalamnya tersimpan sesuatu yang tidak sederhana. Hidup berdampingan dalam perbedaan, sebagaimana yang tampak di tepi Read More …

Cahaya Bintang Setelah Hujan

(Kisah kami para pemanfaat KIP -K) Kisah ini berawal dari kami para pemuda dan pemudi Katolik yang mempunyai mimpi untuk berperan dan ambil bagian dalam mencerdaskan generasi bangsa. Melihat bagaimana negeri ini yang sangat membutuhkan tenaga-tenaga pendidik nurani kami terpanggil untuk bisa ambil bagian dalam tugas pewartaan itu. Misi kami bertolak dari semangat Kristus sang Guru sejati “Mewartakan kabar sukacita hingga ke seluruh dunia” sungguh mulia niat itu. Kami pun mulai menyusun rencana bagaimana cara agar niat itu tercapai. Perguruan tinggi adalah salah satu jalan untuk bisa sampai di tujuan itu “menjadi pendidik”. STIPAS Tahasak Danum Pambelum adalah Perguruan Tinggi Read More …

Penyambutan Tim Asesor BAN-PT

Penyambutan Tim Asesor BAN-PT dalam rangka Asesmen Lapangan Akreditasi Institusi STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya dengan Prosesi Adat Potong Pantan. Potong Pantan adalah upacara adat Dayak untuk menyambut tamu yang dihormati, seperti pejabat atau tamu baru yang datang untuk pertama kali. Upacara ini juga merupakan doa-doa dan ungkapan atas penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga tamu tersebut selamat sampai ditempat tujuan. Upacara ini dilakukan dengan memotong kayu bulat yang dipasang melintang di gapura menggunakan sebilah mandau, senjata tradisional Suku Dayak. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan hormat atas kedatangan tamu. Upacara ini juga merupakan simbol untuk menghilangkan segala Read More …