Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik se-Kabupaten Barito Selatan yang digelar pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Buntok menghadirkan Pastor Paroki Santo Paulus, Buntok, RD. Aloysius Gonzaga Arjon, sebagai salah satu pematerinya. Dalam pemaparannya, beliau memberikan penguatan mengenai spiritualitas dan visi bagi para pendidik Katolik.
Spiritualitas seorang Guru Pendidikan Agama Katolik berakar pada Yesus Kristus Sang Gembala Baik. Panggilan mengajar dipandang bukan sekadar profesi administratif atau pemenuhan kurikulum semata tetapi sebuah bentuk perutusan Ilahi untuk mendidik pribadi manusia seutuhnya serta menjadi saksi iman di tengah dunia. Beberapa nilai pokok yang ditekankan meliputi upaya meneladan Kristus melalui kasih dan pengorbanan, hidup dalam bimbingan Roh Kudus, menjaga relasi intim dengan Tuhan melalui Kitab Suci dan doa, serta mencerminkan nilai-nilai Injil secara asli, gembira, terbuka, dan berwibawa.

RD. Aloysius Gonzaga Arjon juga menyoroti esensi penting dari memaknai profesi sebagai bentuk pelayanan (diakonia) yang tulus kepada peserta didik. Tugas mengajar dilepaskan dari sekadar rutinitas birokratis atau beban administratif kelas. Ruang kelas merupakan ruang perjumpaan pastoral di mana seorang guru hadir membawa jiwa pelayanan yang total, tulus, dan tanpa pamrih. Pelayanan (diakonia) ini menuntut guru untuk melihat peserta didik bukan sebagai objek penilaian angka rapor tetapi sebagai pribadi utuh yang sedang dibimbing, dikasihi, dan diantar menuju pertumbuhan iman serta martabat kemanusiaan seutuhnya. Kasih yang tulus menjadi motor penggerak utama, menjadikan setiap proses transfer ilmu berlandaskan ketulusan hati seorang pelayan.
Selain aspek spiritualitas dan pelayanan tersebut, RD. Aloysius Gonzaga Arjon juga memaparkan visi utama Guru Pendidikan Agama Katolik yakni mewujudkan peserta didik yang beriman, berkarakter, berbudaya, berbudi luhur, serta mampu menghayati nilai-nilai Injil seperti kasih, kebenaran, keadilan, dan perdamaian dalam masyarakat yang majemuk. Visi ini dijabarkan melalui komitmen untuk mendidik dalam terang iman, membangun karakter religius yang kontekstual, melalui teladan hidup serta bersikap inklusif dan toleran terhadap moderasi beragama. Para guru juga didorong untuk terus meningkatkan profesionalisme dengan menguasai kompetensi dasar guru yakni pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial yang diperkaya secara khusus dengan kompetensi teologis dan spiritual.
Seluruh rangkaian materi dalam kegiatan KKG dan MGMP ini bermuara pada tema besar yang menginspirasi para pendidik di Kabupaten Barito Selatan, yaitu: “Guru Sebagai Sabda yang Hidup, Menginspirasi, Membimbing dan Membentuk Generasi Beriman.”
RD. Anton Welan (Pastor Rekan Paroki St. Paulus Buntok)