“Pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan yang kamu jumpai dan undanglah setiap orang yang kamu temui ke perjamuan kawin itu.” (Matius 22:9)
Pada Hari Minggu Biasa XXVIII, usai merayakan Ekaristi bersama umat di Pusat Paroki Santo Paulus, Buntok, saya bersama dengan beberapa OMK dari Stasi Santo Yohanes Penginjil, Kalahien pergi merayakan Ekaristi bersama umat di Stasi Bunda Maria, Pararapak. Keikutsertaan OMK Stasi Santo Yohanes Penginjil, Kalahien ini dapat dimaknai sebagai wujud inkarnatif dan contoh konkret dari apa yang disebut sebagai “Misi Perjumpaan.” Dalam konteks reksa pastoral paroki dengan wilayah yang luas, “persimpangan jalan” kehidupan tidak selalu berarti hiruk pikuk jalan raya perkotaan tetapi jalan-jalan tanah dan pedesaan yang sering kali merindukan sapaan hangat Ekaristi. Partisipasi OMK Stasi Santo Yohanes Penginjil, Kalahien dalam Kunjungan Misa di stasi lain mematahkan kesan eksklusif dan menghadirkan kabar sukacita bahwa setiap umat di mana pun berada, berharga dan berhak mengecap kelimpahan Perjamuan Keselamatan Allah.
Keterlibatan Orang Muda Katolik dalam Kunjungan Misa di stasi memiliki daya transformasi rohani yang amat mendalam, baik bagi mereka sendiri maupun bagi stasi yang dikunjungi. OMK yang mau bersusah payah, meluangkan waktu, dan berani ambil bagian dalam pelayanan, pada hakikatnya sedang mengenakan “pakaian pesta” yang sejati yakni pakaian kerendahan hati, semangat berbelaskasih, dan pertobatan nyata. Kehadiran OMK bersama imam membawa energi kehidupan yang memulihkan rasa sepi dan keterasingan umat di stasi tujuan. “Selubung Perkabungan” berupa perasaan terisolasi atau dianaktirikan, tergantikan dengan sukacita persekutuan dan persaudaraan. Hal ini juga membawa kesadaran baru bahwa perjumpaan dengan umat beriman lainnya selalu menghadirkan kesatuan Tubuh Mistik Kristus yang saling melengkapi.
Pengalaman turne bersama OMK Stasi Santo Yohanes Penginjil, Kalahien ini sekaligus menjadi laboratorium iman yang nyata bagi orang muda untuk belajar memilik kedewasaan rohani. Melalui perjumpaan langsung dengan realitas dinamika umat di stasi lain, OMK diajak keluar dari zona nyaman mereka, belajar peka terhadap pergumulan sesama saudara seiman, serta menyaksikan sendiri bagaimana Allah memenuhi segala kebutuhan umat-Nya menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya. Misi Perjumpaan ini tidak hanya berhenti sebagai program perjalanan liturgis semata, tetapi menjadi gerakan pastoral yang menghidupkan. Sebuah kesaksian nyata bahwa Meja Perjamuan Tuhan tidak dibatasi oleh dinding-dinding gereja yang megah tetapi hadir dan bernapas di setiap gerak langkah umat-Nya yang berani keluar untuk saling menyapa, merangkul, dan membagikan Kasih Kristus.
RD. Anton Welan – Pastor Rekan Paroki St. Paulus Buntok