Palangka Raya, 5 Oktober 2026 — Keuskupan Palangka Raya kembali menggelar Rapat Kerja Keuskupan (Raker) tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 ini mempertemukan para imam se-Keuskupan Palangka Raya, utusan biarawan dan biarawati, Dewan Pastoral Harian (DPH) dari seluruh paroki, serta perwakilan berbagai kelompok kategorial.
Raker Keuskupan menjadi ruang bersama untuk melihat kembali perjalanan pelayanan selama satu tahun terakhir, mengevaluasi pelaksanaan program, sekaligus membicarakan arah karya pastoral ke depan. Berbagai perkembangan yang terjadi di tingkat keuskupan, dekenat, paroki, lembaga pendidikan, kesehatan, hingga bidang-bidang pelayanan lainnya menjadi bagian dari pembahasan selama pertemuan berlangsung.
Rangkaian kegiatan Raker dibuka secara resmi pada Senin, 5 Oktober 2026. Acara pembukaan diawali dengan sesi perkenalan para peserta. Kehadiran peserta dari berbagai unsur pastoral tersebut memperlihatkan luasnya lingkup pelayanan Gereja di Keuskupan Palangka Raya sekaligus menghadirkan pengalaman yang beragam dalam satu forum bersama.
Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Palangka Raya, RD. Silvanus Subandi.
Menengok perjalanan Keuskupan
Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan memasuki sesi pembuka Raker yang diisi dengan pengantar dari Uskup Keuskupan Palangka Raya, Mgr. A.M. Sutrisnaatmaka, MSF.
Dalam pengantarnya, Bapa Uskup mengajak seluruh peserta untuk sejenak melihat kembali perjalanan Keuskupan Palangka Raya, terutama perkembangan yang terjadi sejak awal masa kepemimpinannya. Kilas balik tersebut tidak sekadar menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenali berbagai karya dan perkembangan yang telah berlangsung serta mensyukurinya sebagai bagian dari perjalanan Gereja setempat.
Perkembangan tersebut terlihat dalam berbagai bidang. Dari sisi kuantitas, Keuskupan Palangka Raya mengalami pertumbuhan tenaga pastoral dan jumlah umat. Pada saat yang sama, perkembangan juga berlangsung dalam aspek kualitas kehidupan menggereja, antara lain melalui semakin kuatnya kehidupan iman umat serta bertumbuhnya kemandirian paroki dalam mengelola kehidupan dan pelayanan pastoralnya.

Bagi Bapa Uskup, berbagai perkembangan tersebut perlu dilihat sebagai hasil dari perjalanan panjang yang melibatkan banyak pihak. Para imam, biarawan-biarawati, umat, pengurus paroki, kelompok kategorial, serta berbagai unsur lainnya telah mengambil bagian dalam membangun kehidupan Gereja di wilayah Keuskupan Palangka Raya.
Karena itu, melihat kembali perjalanan masa lalu bukan berarti berhenti pada apa yang telah dicapai. Refleksi atas perjalanan tersebut justru menjadi dasar untuk membaca situasi Gereja saat ini dan menentukan langkah yang perlu ditempuh selanjutnya.
Belajar dari spiritualitas St. Fransiskus Asisi
Salah satu kekhasan Raker Keuskupan Palangka Raya tahun ini ialah pendalaman spiritualitas St. Fransiskus Asisi. Tema tersebut dihadirkan dalam rangkaian Raker sejalan dengan Tahun Yubelium Fransiskus yang didedikasikan oleh Gereja sepanjang tahun 2026.
Spiritualitas St. Fransiskus Asisi mengajak peserta untuk kembali melihat cara hidup yang sederhana, persaudaraan, kepedulian terhadap sesama dan seluruh ciptaan, serta keberanian untuk menghadirkan Injil dalam kehidupan nyata. Nilai-nilai tersebut menjadi relevan bagi kehidupan Gereja di tengah berbagai perubahan dan tantangan pelayanan pastoral dewasa ini.
Pendalaman spiritualitas Fransiskan dalam Raker tidak ditempatkan sebagai pembahasan yang terpisah dari kehidupan pastoral. Sebaliknya, spiritualitas tersebut diharapkan menjadi bahan refleksi bagi para peserta dalam melihat kembali cara Gereja hadir, melayani, membangun persaudaraan, serta merawat kehidupan bersama.
Dengan demikian, Raker tidak hanya menjadi forum evaluasi dan penyusunan program, tetapi juga ruang untuk memperbarui cara pandang dan semangat dalam menjalankan pelayanan.
Evaluasi karya dan perkembangan pelayanan
Sebagaimana Raker Keuskupan pada tahun-tahun sebelumnya, sejumlah sesi dalam Raker 2026 diisi dengan laporan dan evaluasi dari berbagai komisi serta bidang pelayanan. Laporan program kerja dekenat dan perkembangan karya pastoral di berbagai wilayah juga menjadi bagian dari agenda pertemuan.
Selain bidang pastoral, peserta mendapatkan gambaran mengenai perkembangan karya Keuskupan dalam bidang-bidang lainnya, termasuk pendidikan dan kesehatan. Berbagai laporan tersebut menjadi bahan untuk melihat sejauh mana program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan, apa yang telah dicapai, serta bagian mana yang masih membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.
Forum Raker memberikan kesempatan kepada para peserta untuk tidak hanya mendengarkan laporan, tetapi juga memberikan tanggapan, menyampaikan pengalaman dari lapangan, dan membicarakan persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan di masing-masing wilayah.
Literasi keuangan berbasis digital
Hal baru yang hadir dalam Raker Keuskupan Palangka Raya tahun 2026 adalah sesi literasi keuangan berbasis digital. Sesi ini akan difasilitasi oleh tim dari Bank BCA.
Kehadiran materi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan peserta mengenai perkembangan pengelolaan keuangan di tengah perubahan teknologi digital. Literasi keuangan tidak hanya menyangkut kemampuan mengelola sumber daya secara bijaksana, tetapi juga pemahaman mengenai berbagai layanan dan transaksi keuangan yang kini semakin banyak dilakukan melalui platform digital.

Bagi Gereja, perkembangan teknologi keuangan juga perlu disikapi secara tepat. Pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, aman, dan bertanggung jawab merupakan bagian penting dari tata kelola pelayanan. Karena itu, sesi literasi keuangan digital diharapkan dapat memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing lembaga dan komunitas pastoral.
Menata langkah bersama
Raker Keuskupan Palangka Raya 2026 berlangsung dalam semangat untuk melihat perjalanan Gereja secara utuh: mengenang apa yang telah dilalui, mensyukuri perkembangan yang telah terjadi, membaca tantangan yang ada, dan menata langkah pelayanan ke depan.
Pertemuan yang mempertemukan para imam, biarawan-biarawati, DPH paroki, dan perwakilan kelompok kategorial ini sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan Keuskupan Palangka Raya tidak berjalan melalui satu unsur saja. Karya Gereja merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan, komunikasi, dan kesediaan untuk berjalan dalam arah yang sama.
Di tengah berbagai agenda evaluasi dan perencanaan, pendalaman spiritualitas St. Fransiskus Asisi memberikan warna tersendiri bagi Raker tahun ini. Spiritualitas tersebut mengingatkan bahwa berbagai program dan karya pastoral pada akhirnya perlu berakar pada cara hidup Injili: sederhana, bersaudara, melayani, dan peduli terhadap kehidupan.
Raker Keuskupan Palangka Raya 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 9 Oktober 2026. Seluruh rangkaian pertemuan diharapkan menghasilkan sejumlah evaluasi, keputusan, dan rencana kerja yang dapat menjadi pijakan bersama dalam melanjutkan pelayanan Gereja di Keuskupan Palangka Raya.
(Andreas Jimmy, S.Fil; M,Fil – LPPM STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya)