{"id":1391,"date":"2026-07-30T04:09:20","date_gmt":"2026-07-30T04:09:20","guid":{"rendered":"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/?p=1391"},"modified":"2026-07-30T04:13:32","modified_gmt":"2026-07-30T04:13:32","slug":"merajut-sinergi-guru-dan-orang-tua-yehezkiel-teliti-pembentukan-karakter-religius-peserta-didik-di-pedalaman-kalimantan-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/2026\/07\/30\/merajut-sinergi-guru-dan-orang-tua-yehezkiel-teliti-pembentukan-karakter-religius-peserta-didik-di-pedalaman-kalimantan-tengah\/","title":{"rendered":"Merajut Sinergi Guru dan Orang Tua: Yehezkiel Teliti Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik di Pedalaman Kalimantan Tengah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakter religius anak tidak dapat dibentuk oleh sekolah semata, melainkan lahir dari kerja sama yang erat antara guru dan orang tua di rumah. Semangat itulah yang diangkat Yehezkiel dalam ujian karya tulis ilmiahnya pada Kamis, 24 Juli 2026. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum ini mempertahankan skripsi berjudul \u201cKerja Sama Orang Tua dan Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Meningkatkan Karakter Religius Peserta Didik di SDN Dirung Bakung 1\u201d.<br>Karya tulis Yehezkiel berangkat dari sebuah keprihatinan tentang komunikasi antara guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) dan orang tua dalam mendampingi iman anak. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi, temuan penelitian menunjukkan bahwa sinergitas guru PAK dan orang tua perklu ditingkatkan. Faktor pendukung seperti kesamaan visi keagamaan, keterbukaan komunikasi, dan pemanfaatan WhatsApp hendaknya dapat dikelola secara terencana, sementara faktor penghambat utama adalah kurangnya program kerja sama yang terencana dan terdokumentasi resmi dan komunikasi antar guru dan orang tua yang kurang terjalin dengan intens. Hal tersebut berdampak pada perbedaan pembentukan karakter religius di antara peserta didik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/scontent.fbdj4-1.fna.fbcdn.net\/v\/t39.30808-6\/758943930_10228468742457101_58453448611018852_n.jpg?stp=dst-jpg_tt6&amp;cstp=mx553x555&amp;ctp=s553x555&amp;_nc_cat=110&amp;ccb=1-7&amp;_nc_sid=127cfc&amp;_nc_eui2=AeGH3h5bPrOGuzaupO_veAA2SW_7IFkls2BJb_sgWSWzYIlWoYh-nDtI3np3FUhbKnk&amp;_nc_ohc=rnjUhoDnykEQ7kNvwFvO01J&amp;_nc_oc=AdqpMbHmZmcMV0UQVT8swfZrS-9gD_jmXZfgGNDb0sBkJln4pyndGEGwCalJSczU7e463AodMuG9Wr26iUjj571S&amp;_nc_zt=23&amp;_nc_ht=scontent.fbdj4-1.fna&amp;_nc_gid=IAUta_ohRmNDz3oOb3O7HA&amp;_nc_ss=7b2a8&amp;oh=00_AQGiNw8hiyrqbn_p9qaDSVt73CzrAlifgc0jsvINtQQL4w&amp;oe=6A70ACAE\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Melalui karyanya, Yehezkiel menegaskan bahwa karakter religius peserta didik dapat tumbuh optimal ketika guru PAK dan orang tua membangun komunikasi yang terencana dan berkelanjutan. Dalam ujian yang diuji oleh RD. Andreas Jimmy, S.Fil., M.Fil. selaku penguji utama, didampingi oleh Agnes Angi Dian Winei, S.Psi, M.Psi, Psikolog dan Yustinus Dwi Andriyanto, S.Ag, M.Th selaku pembimbing, ia dinyatakan lulus dengan perbaikan. Capaian ini menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya bagi perkembangan pendidikan dan pelayanan pastoral di Kalimantan Tengah.<br>Penulis : Paulina<br>Doc. Admin STIPAS<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karakter religius anak tidak dapat dibentuk oleh sekolah semata, melainkan lahir dari kerja sama yang erat antara guru dan orang tua di rumah. Semangat itulah yang diangkat Yehezkiel dalam ujian karya tulis ilmiahnya pada Kamis, 24 Juli 2026. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Katolik STIPAS Tahasak Danum Pambelum ini mempertahankan skripsi berjudul \u201cKerja Sama Orang Tua dan Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Meningkatkan Karakter Religius Peserta Didik di SDN Dirung Bakung 1\u201d.Karya tulis Yehezkiel berangkat dari sebuah keprihatinan tentang komunikasi antara guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) dan orang tua dalam mendampingi iman anak. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif melalui <a href=\"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/2026\/07\/30\/merajut-sinergi-guru-dan-orang-tua-yehezkiel-teliti-pembentukan-karakter-religius-peserta-didik-di-pedalaman-kalimantan-tengah\/\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[54],"class_list":["post-1391","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-ujian-skripsi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1391"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1391\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1392,"href":"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1391\/revisions\/1392"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stipas.ac.id\/stipas1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}