PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Pandemi Covid-19 selama ini nampaknya tidak menjadi halangan bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya untuk menyelesaikan masa perkuliahannya. Sabtu (16/10) kemarin, sebanyak 39 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik dinyatakan lulus dan mengikuti kegiatan sidang senat terbuka wisuda sarjana. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, wisuda sarjana STIPAS angkatan XV dan XIV kali ini digelar secara terbatas tanpa undangan, serta dengan sistem online sesuai protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.Ketua STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya, Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum S,Pd, M,Pd dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikannya. Dikatakannya, dengan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Agama Katolik maka mereka akan memiliki nilai tanggung jawab yang besar.

Selain itu, besar harapannya agar para lulusan STIPAS Tahasak Danun Pambelum Keuskupan Palangka Raya dapat meramaikan dunia pendidikan dengan berbagai hal berguna, tetap berdiskusi tentang perkembangan umat dan menjadi pemecah masalah dengan ilmu yang telah didapatkan selama berkuliah.“Sekarang tingkat estafet pendidikan di sekolah dan umat ada di tangan anda semua. Harapannya, anda semua yang telah dikukuhkan dapat menjadi pewarta sabda yang handal, terampil dan profesional. Juga berguna bagi nusa, bangsa dan masyarakat,” tutur Paulina.Dalam pelaksanaan wisuda sarjana tersebut, rupanya turut dihadiri secara langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Katolik Kementerian Agama RI, Yohanes Bayu Samodro, S.Pd. M.Pd.Dalam sambutannya, ia mengajak para wisudawan/wati untuk mampu bersaing menangkap setiap peluang yang ada di tengah masyarakat dalam arus perkembangan revolusi industri 4.0 yang tak terbendung saat ini.Persaingan dunia kerja saat ini dikatakannya makin sulit dengan adanya era revolusi industri 4.0. Secara signifikan tenaga manusia akan tergantikan dengan mesin-mesin otomatis berbasis kontrol digital, teknologi robotik, internet, bahkan kecerdasan buatan. Di sisi lain, era perkembangan ini juga menyajikan peluang yang menjanjikan bagi banyak orang untuk mampu bersaing dengan kompetensi yang dimiliki guna mengembangkan kemampuannya itu untuk menciptakan lapangan kerja serta  bekerja sesuai tuntutan era ini.Lebih lanjut Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI menyampaikan bahwa  seorang sarjana juga harus memiliki tanggung jawab sosial yang sama besar dengan ipteks yang di miliki. Ipteks adalah kekuatan intelektual manusia, dimana kekuatan tersebut akan menjadi bernilai tinggi bila digunakan untuk kepentingan kemanusiaan di masyarakat.“Bangsa Indonesia menunggu karya inovatif dari para sarjana untuk bangkit menjadi bangsa yang besar. Jangan lupa untuk selalu mengedepankan karakter yang berkemampuan dan berkebiasaan memberikan yang terbaik yang dijiwai oleh akhlak dan budi pekerti yang mulia,” tukasnya.Sementara itu Dea A’iwara Selena, perwakilan peserta wisuda dalam sambutannya turur memberikan apresiasi serta ucapan terimakasih atas bimbingan para dosen serta civitas akademika almamater STIPAS yang dengan sepenuh hati membimbing para mahasiswa hingga dapat menyelesaikan masa perkuliahannya dengan hasil yang sangat baik.“Tentu saja untuk mendapatkan toga ini tidaklah mudah. Ada banyak suka, duka usaha dan perjuangan yang kamk lewati. Kami telah bertransformasi menjadi insan yang memiliki intelektual dan berwawasan yang sekiranya dapat kami imbangi dengan moral yang bermartabat agar dapat bermanfaat bagi seluruh masyakarat,” tutupnya.Dari seluruh mahasiswa angkatan XV dan XIV yang lulus kali ini, ada 17 orang yang mendapatkan predikat Terpuji/Cumlaude, 19 orang mendapatkan predikat sangat memuaskan dan 2 orang mendapatkan predikat memuaskan. rgb


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 5