Image of Spiritualitas St. Arnoldus Jannsen Dan Implikasi Misioner Bagi Kaum Muda Di Stasi Santa Maria Ratu Damai Paroki St. Paulus Pangkalan Bun.

Text

Spiritualitas St. Arnoldus Jannsen Dan Implikasi Misioner Bagi Kaum Muda Di Stasi Santa Maria Ratu Damai Paroki St. Paulus Pangkalan Bun.



ABSTRAK
Wilfrida Ita. IK. 2010 042. 2014. Spiritualitas St. Arnoldus Jannsen Dan Implikasi Misioner Bagi Kaum Muda Di Stasi Santa Maria Ratu Damai Paroki St. Paulus Pangkalan Bun. Skripsi. Program Pengajaran Agama di Sekolah. Jurusan Pastoral Kateketik. Sekolah Tinggi Pastoral “ Tahasak Danum Pambelum “ Keuskupan Palangka Raya. Pembimbing: P. Aleksius Dato, SVD.
Setiap orang di panggil untuk melibatkan dirinya dalam kehidupan menggereja. jika kita melihat situasi pada jaman dahulu dengan jaman sekarang, tentu saja memiliki perbedaan. Kalau pada jaman dahulu, semua orang termasuk Kaum Muda selalu ikut ambil bagian dalam kegiatan menggereja. Tetapi kalau kita lihat pada jaman ini, justru sebaliknya para Kaum Muda tidak peduli akan kegiatan menggereja itu sendiri. Mereka selalu mengharapkan para orang tua. Dalam hal ini, kita dapat melihat bersama bahwa para Kaum Muda tidak memiliki rasa serta keinginan untuk senantiasa bergabung dalam kegiatan kerohanian. Situasi ini telah terjadi pada Kaum Muda di Stasi Santa Maria Ratu Damai Desa VIII Paroki St. Paulus Pangkalan Bun. Banyak alasan yang mereka lontarkan karena malas, bosan, jenuh, tidak penting, dan masih banyak lagi alasan yang mereka ungkapkan.
Dengan melihat permasalahan tersebut, maka penulis merasa tertarik dengan teladan yang ditunjukkan oleh St. Arnoldus Janssen sebagai contoh yang baik bagi Kaum Muda. Maka dari itu, penulis mengulas spiritualitas hidup dari St. Arnoldus Janssen. Sebagai jalan keluar dari masalah yang dialami oleh Kaum Muda di Stasi Santa Maria Ratu Damai Desa VIII Paroki St. Paulus Pangkalan Bun. Metode yang akan dilakukan oleh penulis yaitu metode penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai situasi Kaum Muda yang berada di Stasi Santa Maria Ratu Damai Desa VIII Paroki St. Paulus Pangkalan Bun yang belum terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Informan yang penulis ambil untuk mendapatkan data dalam penelitian adalah Kaum Muda Katolik di Stasi Santa Maria Ratu Damai Desa VIII Paroki St. Paulus Pangkalan Bun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Dari hasil penelitian yang diperoleh, maka penulis melihat bahwa Kaum Muda Yang berada di Stasi Santa Maria Ratu Damai Desa VIII Paroki St. Paulus Pangkalan Bun, masih kurang memiliki spiritualitas dalam diri mereka untuk bergabung dalam kegiatan menggereja. mereka merasa bahwa, kegiatan menggereja itu tidak penting, malu, bosan, malas, tidak pandai berbicara, jenuh.
Untuk itu , maka penulis berharap kepada para petugas pastoral seperti Guru Agama, Katekis, para pembina, para orang tua, untuk memberikan arahan kepada Kaum Muda agar mereka dapat menyadari bahwa kegiatan menggereja itu sangat penting dan baik bagi Kaum muda yang merupakan ujung tombak Gereja dimasa mendatang serta memiliki tanggung jawab penuh bahwa, bukan hanya para Orang tua dan juga petugas pastoral yang memiliki tugas dalam mengikuti kegiatan menggereja tetapi para Kaum Muda juga ikut ambil bagian didalamnya.
Dengan demikian, maka akan ada kerja sama yang baik antara para petugas pastoral dengan Kaum Muda itu sendiri, sehingga mampu menciptakan suasana serta komunikasi Iman yang baik dari kedua belah pihak


Ketersediaan

IK 2010 042skripsiMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
skripsi
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
skripsi
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2014
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this